Mahasiswa Universitas Darusalam Gontor belajar muamalah di Bintan

Bagi Kesultanan Bintan Darul Masyhur pelaksanaan sunnah amal Madinah terus dilakukan secara rutin. Penarikan Zakat Mal hanya sah dan tepat persis mengikuti sunnah saat dilakukan dengan koin Dinar dan Dirham Perak. Dinar adalah emas 22 K seberat 4 1/4 gram dan Dirham adalah Perak murni seberat 2.975 gram. Nisab 20 Dinar yang disimpan selama setahun wajib dikeluarkan sebesar 1/2 Dinar. Sementara 200 Dirham yang telah disimpan selama setahun wajib dikeluarkan Zakatnya sebanyak 5 Dirham.

Kemudian, zakat mal begitu ditarik maka pembagian Zakat harus secepatnya dilakukan kepada mustahik sesuai Surat At Taubah ayat 60:
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

Sunnah yang diupayakan tegaknya inilah yang sedang dipelajari oleh Yoanda mahasisiwa tingkat akhir dari Universitas Darusalam Gontor dalam rangka penyusunan skripsi tugas akhir sarjananya. Beliau berada di pulau Bintan selama sepekan untuk mengamati dan melakukan wawancara bagaimana Kesultanan Bintan Darul Masyhur melaksanakan cara hidup yang meninggalkan riba yang diharamkan Allah Subhana Wa Taala dan menunjukkan cara yang sesuai Sunnah.

Pembagian Zakat Mal yang ditarik Sultan Haji Huzrin Hood berupa Dirham dan dibagikan kepada mustahik di kawasan Sei Jang Bintan secara rutin setiap 2 mingguan. Penggunaan Zakat Dirham tersebut dapat dibelanjakan di Pasar Sultan, pasar tanpa pajak dan riba yang menerima transaksi Dirham atas dasar ridha sama ridha. Barakallah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *