Dirham Kesultanan Nusantara

Dirham perak adalah sunnah Rasululah Shallalahu alayhi wassalam, koin perak murni seberat 2,975 gram ini bukan hanya alat untuk menegakkan zakat bagi muslimin tetapi juga sebagai mahar, hadiah, infaq sadaqah dan transaksi perdagangan ridha sama ridha.

Inisiasi awal dicetaknya Dirham diawali oleh Shaykh Umar Ibrahim Vadillo, faqih asal Spanyol pada tahun 2000. Tiada terasa sudah hampir 19 tahun wujudnya. Otoritas pencetakan Dirham ini adalah para Pemimpin ummat Islam yang sesuai dengan Surat An Nisa Ayat 59 “Ikutilah Allah, Ikutilah Rasululah dan ulil amri diantara kamu” yang mempunyai otoritas untuk menarik [khudz] zakat pada Surat At Taubah  ayat 103 “

Ada enam Kesultanan di Nusantara yang telah menghadirkan kembali Dirham Perak ini Kesultanan Kelantan, Kesultanan Sulu, Kesultanan Ternate, Kesultanan Cirebon, Kesultanan Bintan Darul Masyhur dan Kemangkunegrian Ketapang.

Pengambilan zakat oleh para Sultan atau Amir jamaah adalah bahagian paling essensial dalam menegakkan ajaran Islam terutama zakat. Dirham Perak dan Dinar Emas adalah alat untuk penegakan rukun zakat mal. Inilah yang dikembalikan para Sultan agar sunnah yang hilang kembali ditegakkan di bumi Nusantara. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *