Poros Setan (axis of devil) Demokrasi

Poros Setan (Axis of devil) Demokrasi

“…Bersamaan dengan federal Bank, yang bahkan bangsa Amerika sendiri mengira merupakan bank negara (state) padahal sebenarnya milik swasta tempat pemerintah (AS) meminjam uang, hadir lembga perbankan dunia yang penting, World Bank dan IMF. Mulai saat itu dan seterusnya yang semula merupakan kekuasaan negara yang dijaga melalui metode diplomasi yang canggih, di defenisikan secara klasik oleh Harodl Nicholson dalam karyanya seperti ‘The Congress of Vienna, Peacemaking 1919 dan The Evolution of Diplomatic Method’, direduksi menjadi tidak lebih dari otoritas anggaran domestik belaka. Urusan pemerintahan menjadi sekedar urusan pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan.

Jadi, demikianlah kaum muslimin dunia, kita telah menjalani hidup melewati proses dislokasi struktural yang mendalam atas struktur politik masyarakat kita saat ini, tanpa pernah mampu menangkap realitas yang terjadi. Inilah sebabnya mengapa kesuraman yang disebut modernis Islam telah ditinggalkan dalam kelompok kerumunan, sebagaimana awalnya mereka, yang terjebak dalam sebuah kafe di Kairo pada 1945. Karena itu marilah kita melirik sejenak keadaan massa dunia yang tak berdaya, karena mereka menatap masa depan yang makin berbahaya dengan kebingungan.

Bagi Ernst Junger, seluruh massa hari ini hanyalah representasi dari sosok asli yang ia sebut sebagai ‘Der Arbeiter’, Si Pekerja. Ini sangat jauh berbeda dari pengertian pekerja dalam konsep Marxis. Yang dipahami oleh Junger, dan dikonfirmasi oleh Martin Heideger, adalah bahwa manusia modern, jauh dari menguasai teknologi sebagai satu set perkakas, sebagaimana diklaim secara bodoh oleh kaum modernis pasca Abduh, sesungguhnya ada di bawah kendali teknologi. Sebagaimana Junger katakan, “seseorang bukan semata-mata mengalami transformasi menjadi subjek dari proses teknik, tapi seseorang itu pada saat yang sama menjadi objek mereka. Teknik tidak pernah merupakan kekuatan netral.” Dia juga berkata, “Perbedaan yang dielu-elukan antara kota dan negara saat ini hanya ada dalam ruang romantis”. Junger memandang evolusi teknik bukannya tanpa batas, dan hanya akan terus berlanjut ketika para arbeiter (pekerja) terus tunduk patuh kepadanya.”

Shaykh Abdalqadir as sufi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *