New Nomos (Masyarakat Baru)

NEW NOMOS

“Tidak akan sia-sia untuk mempelajari hal awal kejadian-kejadian kecil yang kemudian sering menjadi peningkatan suatu perubahan besar.”
Tacitus: Annals IV.32.

Nomos baru belum-lah lenyap di muka bumi ini. Itu tetap hadir. Sekarang telah siap, sekali lagi, untuk muncul ke arena kebangkitan masyarakat yang lebih luas.

Dengan membangun jaringan kelompok-kelompok kaum muda paling mulia, dan para wanita terbaik, terikat bersama dalam pemujaan kepada penguasa alam semesta, bahwa kota-kota plastik dan yang tercemar akan dibersihkan. Kelas politik (politisi) akan mati — bahkan tidak perlu untuk membunuh mereka. Mereka sangat tidak diperlukan. Aturan dua ratus tahun mereka, sudah berakhir. Mata uang nihil angka dan potongan kertas tak bernilai tertiup di jalan, di luar gedung bank yang kosong. Beberapa akan diubah menjadi klinik dan toko dan bahkan masjid, setelah dicuci bersih.
Mereka yang masih teracun dari racun kapitalisme akan bertanya, “Bagaimana mungkin? Kami tidak memiliki kekuatan!”

Para anak muda yang mulia, para sahabat, yang baru muncul dari gua abad ke-21, akan menjawab:

“Berapa banyak pasukan kecil yang menang atas jumlah yang jauh lebih besar dengan izin Allah. Allah Maha Penyabar.”

Satu demi satu dan kelompok demi kelompok mereka akan datang untuk mendukung kebangkitan peradaban. Faktor pengikatnya, kekuatan penyembahan kepada Penguasa Alam Semesta. Ayat Qur’an tentang yang terbaring dari ketersembunyian dari jumlah massa yang terus diperbudak, dan orang miskin yang teraniaya, akan meledak dalam cahaya dan kebijaksanaan (futtuwa).

“Kami mengirimkan Engkau (Muhammad) ke seluruh umat manusia, membawa kabar baik dan memberi peringatan. Tetapi sebagian besar umat manusia tidak mengetahuinya. ”

“Saya meragukan penilaian saya sebelumnya tentang pertanyaan apakah nasib dan keadaan tidak bisa diubah atau peluang tentang aturan revolusi manusia. Memang, diantara yang paling bijak dari orang terdahulu dan pengikutnya, anda akan menemukan teori-teori yang bertentangan, banyak yang memegang keyakinan bahwa surga tidak menyibukkan diri dengan awal atau akhir dari kehidupan kita, atau singkatnya, dengan umat manusia sama sekali; dan karena itu kesengsaraan secara terus menerus, yang berarti kesenangan kaum fasik, sementara sebaliknya, percaya bahwa ada harmoni dan antara takdir dan peristiwa. Tapi hal itu tak tergantung pada bintang yang berkelana, tapi pada penyebab utama, dan pada hukum alam. Tetap saja mereka membiarkan kita memilih cara hidup kita, mempertahankan hal itu, pilihan yang pernah dibuat, ada pada aturan yang telah digariskan.”
Tacitus: Annals VI.22.

Patutlah melihat siklus makro futuwwa di awal abad pertengahan, transmisi yang tak terelakkan antara agama Gereja Romawi dan Islam selama Perang Salib, tampaklah perubahan dan transisi besar terjadi selama berabad-abad.

Sementara kehidupan yang kita lakukan sekarang menjadi sangat berbahaya karena era ilusi transmisi langsung yang dilakukan dengan teknik media. Ilusi masa modern inilah dimana kita hidup berkelanjutan di masa sekarang. Ungkapan ‘breaking news’ digunakan untuk menginspirasikan kita dengan kepastian ini bahwa tindakan historis sedang terjadi, padahal itu biasa saja. Sebenarnya kita hanya mendengar suatu peristiwa itu, karena itu telah terjadi. Berita, dengan kata lain, hanya sesuatu yang pecah.
——-
Kengerian zaman modern ini bukan penghancuran jutaan orang di Nazi Death Camps dan Gullags Stalin, juga bukan penghancuran seluruh masyarakat di Irak dan Afghanistan. Itu bukan pembantaian dan penyiksaan orang-orang tak berdosa. Kengerian zaman ini adalah ketidakberdayaan massa yang secara aneh tidak BERTINDAK untuk menghentikan holocaust global. Ini adalah kondisi manusia yang tak terbela yang memungkinkan kita untuk mendefinisikan masyarakat yang psikosis. Dalam istilah Darwin, berarti spesies ini berada dalam devolusi.
——-
Seperti yang dikatakan raja Mahmudabad kepada penulis, ketika jatuhnya Pakistan Timur dan ia memutuskan untuk menjadi Bangladesh:

“Apa semut yang melintasi karpet Persia tahu polanya?”

Untuk pemahaman ini diperlukan ilmu baru yang dapat dimulai dengan disebut siklus mikro.

Mari bagi ilmu ini didefinisikan dengan memiliki dua bagian.

Bagian pertama melibatkan kelompok aktif, atau lebih tepatnya, kelompok penggerak.

Bagian kedua penekanan pada ke dalam para individu yang aktif, atau lebih tepatnya, individu yang diberdayakan.

Bagian dari pesan Saladin berisi ayat penting Al-Qur’an ini:

“Berapa banyak pasukan kecil yang menang atas yang jauh lebih besar dengan izin Allah!”

Titik-titik balik utama ini menuntut tiga kekuatan yang utuh: waktu, tempat, dan kelompok penggerak (aktif).

Aksi para penggerak yang dinamis dari orang-orang yang baru ini mungkin akan menjadikan baik, akan buruk, atau menjadi anarki. Waktu dalam konteks ini ditandai oleh karakternya yang berwibawa. Hal-hal tidak bisa lagi berjalan sebagaimana adanya. Para penggerak ini, mereka berada di depan karena keadaan, menandai titik di mana sesuatu terhenti dan yang lainnya segera dimulai.

DR. IAN DALLAS (Shaykh Abdalqadir as Sufi)
— THE INTERIM IS MINE —

Shaykh Abdalqadir as sufi menunjukkan pin Kesultanan Bintan Darul Masyhur. Isyarah, bagi yang memahaminya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *