Kesultanan Bintan Darul Masyhur Awali Pembangunan Masjid Sultan

Kesultanan Bintan Darul Masyhur, berencana membangun komplek istana persinggahan (rest area) di KM 18, Jalur Lintas Barat, Toapaya, Bintan. Rest area ini juga dilengkapi masjid yang diberi nama Masjid Jami’ Sultan Haji Huzrin Hood. Ini merupakan replikasi dari konsep Imaret  yang merupakan ditradisi Utsmani. Pembangunan Imaret ini didukung sepenuhnya oleh Baitulmal Nusantara (BMN). Pembangunan Masjid Jami’ dan Istana Persinggahan Sultan Haji Huzrin Hood ini ditandai dengan pembukaan plang nama di lokasi pembangunan, Selasa (31/1/2017) sore, dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Bintan dan sejumlah tokoh adat Kesultanan Bintan Darul Masyhur. HJuga hadir Amir Zaim Saidi dan Bendahara Irawan Santoso Siddiq, keduanya dari Baitul Mal Nusantara (BMN), serta Amir Rizal Moeis, penanggung jawab di Tanjung Pinang. Sebagaimana dilaporkan oleh inilahkepri.com,  ada kesempatan ini, Sultan Bintan Darul Masyhur, Huzrin Hood bergelar Sri Paduka Tribuana menjelaskan, di tempat ini nantinya akan dijadikan sebagai lokasi persinggahan bagi orang-orang yang melintas. “Di sini nantinya akan disediakan makanan dan minuman, termasuk juga aneka kerajinan masyarakat, sekaligus melaksanakan shalat di masjid yang akan dibangun,” ujar Huzrin. Sebagai tahap awal, pembangunan masjid dan rest area ini telah tersedia lahan seluas 2500 meter persegi yang merupakan hasil wakaf.  Namun kedepannya Kesultanan Bintan Darul Masyhur berencana mengembangkan kawasan ini secara bertahap menjadi seluas 1 hektar.

Pencanngan plang masjid

“Lahan yang ada sekarang dirasakan tidak memadai,” sebutnya. Huzrin menyatakan pembangunan masjid jami’ dan rest area ini merupakan salah satu simbol munculnya peradaban Islam di tanah Bintan. Sebagaimana disampaikan Zulfikar Awam, seorang warga Inggris penganut agama Islam yang kini menetap di Afrika Selatan. Zulfikar yang hadir dalam tahap awal pembangunan meyakini pembangunan Istana Persinggahan dan Masjid Jami’ Sultan Haji Huzrin Hood ini merupakan tahap kemunculan kembali peradaban Islam yang besar sebagaimana sejarah lampau. “Saya menyaksikan tumbuhnya peradaban yang ditandai dengan munculnya kembali rekonstruksi di atas tanah-tanah ini. Ini merupakan simbol persatuan. Dan saya yakin ini akan menjadi kesuksesan bagi kita umat Islam,” katanya memberi sambutan. Sultan Huzrin menambahkan, istana persinggahan dan masjid jami’ ini dia akui dari melihat di sejumlah negara lain. Salah satunya Malaysia di mana pembangunan area pesinggahan yang dilengkapi masjid ini seiring pembangunan kawasan wisata, dan lain sebagainya. “Memang sedikit terlambat karena negara lain telah melakukan ini,” sebut Huzrin. Namun ia menekankan jika istana persinggahan dan masjid jami’ ini nantinya menjadi sarana perekat persatuan umat Islam mengingat pembangunan serta pengelolaannya mengandalkan wakaf umat, baik yang ada di Bintan maupun daerah lain di Indonesia. Wakaf juga disebut Huzrin bahkan datang dari sejumlah negara lain. Sebut saja Malaysia dan Singapura yang merupakan negara tetangga. Huzrin berharap, peradaban Islam di Bintan akan menjadi kuat seiring penguatan keimanan generasi. Baru-baru ini, Kesultanan Bintan Darul Masyhur dikatakan Huzrin telah menjalin kerjasama dengan Turki untuk pengembangan generasi Islam Quran. Turki dia sebut telah menyatakan kesanggupan sebagai penyedia dana bagi pendidikan Al Quran bagi anak-anak Bintan. Pusat pendidikan dimaksud berpusat di Tanjungpinang. “Kedepan kita berharap dari sini akan lahir pemimpin dan pejabat-pejabat yang hafiz Al Quran,” tegasnya. Huzrin menekankan pentingnya penanaman nilai agama untuk memperbaiki moral bangsa. “Narkoba, HIV/AIDS termasuk korupsi hanya bisa dicegah dengan agama,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *