1543338_563775480372993_477974409_n

Sri Paduka Tri Buana
H. Huzrin Hood, SH., MH., MPdl.

Kesultanan Bintan Darul Masyur terbentuk kembali pada 28 Muharam 1434 Hijriah bersamaan dengan 12 Desember 2012. Kembalinya berdiri Kesultanan Bintan Darul Masyur ini berdasarkan mufakat dan musyawarah zuriat dan kerabat Kesultanan Bintan. Terdiri dari Waris Telanai Bintan Yang Mulia Muhammad Amin dan Yang Mulia Hamdan, Waris Kedelapan Kerajaan Melayu Bintan sebagai Pemangku Adat Bintan. Zuriat dan kerabat Kesultanan Bintan telah memutuskan dan mengesahkan Dayah Kebesaran Sultan Bintan Yang Amat Mulia bergelar Sri Paduka Tri Buana kepada Tuan Haji Huzrin Hood S.H. Pengesahan ini diiringi dengan sumpah setia pengangkatan sultan, “Rakyat tidak akan mendurhaka kepada Rajanya dan Raja tidak akan menista rakyatnya”.

Kembalinya Kesultanan Bintan Darul Masyur telah dirintis oleh zuriat dan kerabat Kesultanan Bintan dengan mengorganisir kembali berbagai temuan peninggalan situs-situs sejarah Kesultanan Bintan yang pernah ada di Kotakara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau dan daerah lainnya. Sejumlah regalia juga ditemukan masih tersimpan baik. Pada 10 Desember 2007, zuriat dan kerabat Kesultanan Bintan memberi amanat pada Tuan Haji Huzrin Hood sebagai Pemangku Adat Bintan untuk merestorasi dan mengembalikan kemasyhuran Kesultanan Bintan yang sebelumnya kurang berfungsi. Seiring penobatan sultan baru, nama Kesultanan Bintan diperbaharui menjadi Kesultanan Bintan Darul Masyhur. Penabalan itu hasil musyawarah dan saran dari penasihat raja-raja Melayu Malaysia.

Seiring tegaknya kembali Kesultanan Bintan Darul Masyur, insya Allah terbuka jalan bagi penerapan shariah Islam dan sunah Rasulullah bagi masyarakat yang berada di wilayah Kesultanan Bintan Darul Masyur, yang saat ini berpusat di Kota Tanjung Pinang, Bintan Kepulauan Riau dan sekitarnya, terutama yang berbay’at kepadanya. Dalam dien Islam, otoritas dan kepemimpinan wajib hukumnya demi terpenuhinya ketetapan syariah dan urusan dunia dalam masyarakat. Kesultanan Bintan Darul Masyur berniat menjadi rahmatin lil-alamin dan menciptakan “baldatun thoyibattun warabbun ghafur” bagi masyarakatnya.